Sabtu, 15 Mei 2010

Jika ingin menjaga jantung tetap sehat, upayakanlah untuk mengenal si jantung itu dulu. Termasuk mengenal beberapa tanda-tanda alarm dini dari penyakit jantung. Dalam hal penyakit jantung, yang paling penting adalah upaya pencegahan, dan hal itu sebenarnya ga susah kok, hanya perlu mengenal tentang si jantung itu saja.

Berikut dimuat beberapa fakta klinis mengenai si jantung supaya ga banyak simpang siurnya dan ditujukan agar Anda dapat mengenal si jantung lebih akrab lagi.

  1. Kita memiliki sebuah jantung yang berlokasi di dada kiri , di belakang tulang dada-iga kiri. Posisi jantung berada diapit oleh kedua paru-paru, namun tidak perlu khawatir karena paru-paru bak ibarat spons sehingga posisi demikian tidak akan mencekik si jantung.
  2. Besarnya jantung hanya sekepalan tangan kiri si empunya-nya, tapi kecil-kecil gitu, fungsi jantung luar biasa vital bagi kehidupan, saat ia berhenti bekerja 5 menit saja, hampir dipastikan kita sudah dekat dengan lubang kubur.
  3. Sebenarnya adalah salah kaprah si orang-orang Indonesia mengartikan ‘heart' sebagai ‘hati'. Sebenarnya heart berarti sebagai jantung, sedangkan hati sendiri dikenal sebagai ‘liver'. Jadi istilah ‘my heart' artinya ‘jantung ku' (kok aneh tapi ya??)
  4. Jantung itu sebenarnya merupakan pompa berotot yang sangat unik, yang memompa darah keseluruh tubuh (hingga ke ujung-ujung jari) dan dengan irama yang sangat beraturan sepanjang hayat kita. Bayangkan, apakah ada alat buatan manusia yang masih sedemikian teraturnya setelah bekerja terus menerus selama 50 tahun atau lebih?
  5. Selain sebagai pompa berotot, jantung juga merupakan organ yang dilingkupi oleh system listrik yang amat rumit dan sistematis, lebih kompleks daripada jaringan kabel internet mana pun yang pernah ada. Oleh karena itu, gangguan sedikit saja pada suatu bagian kabel listrik jantung akan berdampak cukup berarti secara keseluruhan bagi efektivitas kerja pompa jantung. Gangguan irama jantung demikian dikenal secara medis sebagai aritmia.
  6. Irama jantung yang normal adalah yang beraturan dan dibawah satu komando yang berasal dari SinoAtrial Node. Frekuensi normalnya adalah 60 - 100 kali per menit
  7. Jantung mereka yang berusia muda dan gemar berolahraga rutin, juga pada atlit, berdetak lebih perlahan, bisa mencapai 40 kali per menit. Hal tersebut normal dan merupakan efisiensi kerja jantung karena daya pompa jantung mereka relative berdaya lebih besar daripada awam sehingga membutuhkan lebih sedikit frekuensi saja. Hal tersebut adalah sesuatu yang baik selama tak bergejala.
  8. Detak jantung anak-anak lebih cepat ketimbang dewasa karena alas an kebalikan dari hal diatas. Pada janin dalam kandungan, detak jantung normal antara 120-160 kali per menit. Pada anak balita detak jantung bisa mencapai 130 kali per menit. Hal tersebut memang normal, jadi jangan dikhawatirkan
  9. Ketika demam, normalnya detak jantung akan meningkat, yaitu sekitar 10 kali per menit untuk setiap peningkatan suhu badan 1 ‘C diatas 38 ‘ C. Hal itu dikarenakan saat demam aktivitas sel-sel tubuh kita meningkat sehingga jantung perlu bekerja ektra untuk memenuhinya.
  10. Orang tua yang sering sempoyongan, gelap, pusing saat posisi berdiri, lemas, salah satunya bisa dikarenakan detak jantung yang terlampau lambat, selain gangguan tekanan darahnya. Umumnya memang ada beberapa proses degeneratif di bagian Sino Atrial Node pada lansia, terkait dengan usianya.
  11. Pada remaja terutama kaum wanita seringkali mengeluhkan jantung berdebar-debar terutama dalam situasi-situasi tertentu, kadangkala disertai juga dengan telapak tangan gampang keringatan. Keadaan seperti ini seringkali yang dijumpai adalah manifestasi dari gangguan kecemasan (psikis). Namun perlu pula disingkirkan kemungkinan adanya kelebihan hormone tiroid (kelenjar gondok)
  12. Walaupun jantung kita adalah mesin pompa darah yang berarti selalu kontak dengan darah, namun hanya darah yang dibawa melalui pembuluh kecil yang bernama arteri koroner semata lah yang berdapat dipakai sebagai penyedia oksigen dan nutrisi bagi kerja otot-otot jantung. Jadi apabila ada cabang koroner yang menyempit, maka sebagaian lokasi otot jantung potensial cedera atau malah mati, serangan jantung pun terjadi.
  13. Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) saat ini merupakan momok pembunuh umat manusia nomor satu di dunia. Di USA, tak kurang 400ribu pasien baru dijumpai setiap tahunnya yang mengalami serangan jantung.
  14. Pada dewasa muda terkadang mengalami nyeri di dada bagian kiri yang tiba-tiba dan sakit sekali seperti ditusuk belati walaupun hanya sekejap (dalam hitungan detik) dan umumnya sering bangkit saat menarik napas panjang. Hal tersebut seringkali tidaklah terlalu berarti , bukan disebabkan oleh penyakit jantung spesifik. Umumnya dijumpai pada individu yang memang tergolong mudah cemas. Karenanya disejuluki sebagai cardiac neurosis. Keadaan ini tak berbahaya dan jika diperiksa macam-macam umumnya tak dijumpai kelainan jantung yang berarti.
  15. Nyeri dada yang khas untuk suatu penyempitan koroner (angina) umumnya berupa rasa seperti ditimpa beban berat tepat di belakang tulang dada (di tengah dada) yang dapat menjalar hingga kerongkongan, bahu, lengan dan punggung kiri. Nyeri demikian bangkit terutama saat aktivitas fisik dan segera mereda setelah beristirahat atau minum obat nitrat. Jika tak kunjung mereda dalam lebih dari 20 menit, mungkin suatu serangan jantung telah terjadi, bukan sekedar penyempitan.
  16. Untuk ras Asia, ada banyak kasus serangan jantung ditemukan pada pasien usia lanjut yang dating dengan keluhan nyeri ulu hati , tanpa disertai nyeri dada.
  17. Pada pasien lanjut usia dan penderita diabetes, serangan jantung dapat tampil diam-diam atau tanpa gejala sama sekali (silent infarct), walaupun demikian resiko komplikasinya serupa dengan yang bergejala. Jadi hal ini sungguh berbahaya. Cek rutin diperlukan pada mereka yang tergolong resiko tinggi.
  18. Merokok meningkatkan hampir 4 kali lipat resiko serangan jantung. Faktor resiko lainnya untuk terkena penyakit jantung koroner antara lain adalah diabetes mellitus tak terkontrol, kegemukan, hipertensi tak terkontrol, kolesterol darah (terutama LDL) yang tinggi, obstructive sleep apnea (periode henti napas sesaat saat tidur), faktor turunan keluarga, usia lanjut, post menopause pada wanita dan kebiasaan hidup serba stress serta penuh amarah.
  19. Pada individu yang relatif muda dan tanpa memiliki berbagai resiko diatas, seringkali nyeri dada yang tak khas di bagian kiri umumnya berasal dari organ lain selain jantung, terutama otot. Selain itu mungkin juga dari lambung dan paru.
  20. Perokok, mereka yang gemuk dan mereka yang memiliki pola makan yang tak baik serta maag kadangkala dapat mengalami suatu nyeri dada yang cukup mengerikan yaitu seperti terbakar dari atas ulu hati hingga ke kerongkongan. Hal demikian sejauh terjadi pada mereka yang berusia relative muda dan tak memiliki resiko penyakit jantung seringkali disebabkan oleh karena refluks atau tumpahan asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan, atau dikenal sebagai refluks esofagitis. Karena sensasinya seperti jantung yang terbakar maka dijuluki sebagai heart burn. Namun sesungguhnya hal ini sama sekalai tak berkaitan dengan penyakit jantung.
  21. Ada satu jenis penyakit jantung yang memiliki prognosis (harapan hidup) yang sangat buruk yaitu payah jantung (heart failure). Payah jantung secara perlahan namun pasti akan menggerogoti penderita hingga kematian adalah akhirnya. Prognosis ini bahkan lebih buruk ketimbang beberapa jenis kanker!

Pada payah jantung, kemampuan pompa jantung terus menurun akibatnya suatu saat jantung sudah tak mampu lagi secara optimal memompa darah sehingga berbagai organ vital di tubuh menjadi terganggu fungsinya. Penyebab tersering dari payah jantung terutama adalah hipertensi lama yang tak terkontrol dan pasca serangan jantung yang tak optimal dikelola. Kelainan katup jantung adalah penyebab payah jantung yang relative paling sering pada mereka yang usianya lebih muda.

  1. Oleh karena itu ada istilah ‘time is muscle' bagi mereka yang mengalami serangan jantung, artinya semakin cepat pasien dikenali dan diatasi serangan jantungnya, maka kerusakan otot jantungnya tidak meluas dan fungsi pompanya dapat dipertahankan seoptimal mungkin sehingga resiko payah jantung dapat dihindari.
  2. Pemeriksaan penunjang penting untuk mendeteksi penyempitan koroner maupun serangan jantung antara lain adalah rekam jantung statis (ekg), rekam jantung dengan uji beban (treadmill), CT angiografi koroner (calcium score) dan kateterisasi jantung dan cek laboratium darah (cardiac marker).
  3. Pemeriksaan penunjang penting untuk mendeteksi payah jantung antara lain USG jantung (ekokardiografi), foto roentgen dada dan cek laboratorium darah (NT-Pro BNP).
  4. Yang paling penting dalam manajemen kesehatan jantung adalah mencegah serangan jantung yang pertama, artinya upaya pencegahan sudah diupayakan saat individu yang beresiko tinggi belum mengalami gejala apa-apa. Caranya dengan terus mengupayakan kebiasaan hidup sehat serta kelola faktor resiko yang ada secara rutin dan tanpa mengenal bosan (misalnya minum obat darah tinggi, obat gula dan kolesterol setiap hari).
  5. Upaya pencegahan yang paling mudah, murah namun sangat efektif adalah rajin jalan kaki setiap hari. Caranya sederhana saja, walaupun agak konyol, selalu pilih naik tangga ketimbang lift, tetaplah berjalan walaupun sedang di escalator, parker mobil sedikit jauh dari pintu masuk kantor Anda, dll. Jalan kaki adalah sahabat jantung sehat

Jika ingin menjaga jantung tetap sehat, upayakanlah untuk mengenal si jantung itu dulu. Termasuk mengenal beberapa tanda-tanda alarm dini dari penyakit jantung. Dalam hal penyakit jantung, yang paling penting adalah upaya pencegahan, dan hal itu sebenarnya ga susah kok, hanya perlu mengenal tentang si jantung itu saja.

Berikut dimuat beberapa fakta klinis mengenai si jantung supaya ga banyak simpang siurnya dan ditujukan agar Anda dapat mengenal si jantung lebih akrab lagi.

  1. Kita memiliki sebuah jantung yang berlokasi di dada kiri , di belakang tulang dada-iga kiri. Posisi jantung berada diapit oleh kedua paru-paru, namun tidak perlu khawatir karena paru-paru bak ibarat spons sehingga posisi demikian tidak akan mencekik si jantung.
  2. Besarnya jantung hanya sekepalan tangan kiri si empunya-nya, tapi kecil-kecil gitu, fungsi jantung luar biasa vital bagi kehidupan, saat ia berhenti bekerja 5 menit saja, hampir dipastikan kita sudah dekat dengan lubang kubur.
  3. Sebenarnya adalah salah kaprah si orang-orang Indonesia mengartikan ‘heart' sebagai ‘hati'. Sebenarnya heart berarti sebagai jantung, sedangkan hati sendiri dikenal sebagai ‘liver'. Jadi istilah ‘my heart' artinya ‘jantung ku' (kok aneh tapi ya??)
  4. Jantung itu sebenarnya merupakan pompa berotot yang sangat unik, yang memompa darah keseluruh tubuh (hingga ke ujung-ujung jari) dan dengan irama yang sangat beraturan sepanjang hayat kita. Bayangkan, apakah ada alat buatan manusia yang masih sedemikian teraturnya setelah bekerja terus menerus selama 50 tahun atau lebih?
  5. Selain sebagai pompa berotot, jantung juga merupakan organ yang dilingkupi oleh system listrik yang amat rumit dan sistematis, lebih kompleks daripada jaringan kabel internet mana pun yang pernah ada. Oleh karena itu, gangguan sedikit saja pada suatu bagian kabel listrik jantung akan berdampak cukup berarti secara keseluruhan bagi efektivitas kerja pompa jantung. Gangguan irama jantung demikian dikenal secara medis sebagai aritmia.
  6. Irama jantung yang normal adalah yang beraturan dan dibawah satu komando yang berasal dari SinoAtrial Node. Frekuensi normalnya adalah 60 - 100 kali per menit
  7. Jantung mereka yang berusia muda dan gemar berolahraga rutin, juga pada atlit, berdetak lebih perlahan, bisa mencapai 40 kali per menit. Hal tersebut normal dan merupakan efisiensi kerja jantung karena daya pompa jantung mereka relative berdaya lebih besar daripada awam sehingga membutuhkan lebih sedikit frekuensi saja. Hal tersebut adalah sesuatu yang baik selama tak bergejala.
  8. Detak jantung anak-anak lebih cepat ketimbang dewasa karena alas an kebalikan dari hal diatas. Pada janin dalam kandungan, detak jantung normal antara 120-160 kali per menit. Pada anak balita detak jantung bisa mencapai 130 kali per menit. Hal tersebut memang normal, jadi jangan dikhawatirkan
  9. Ketika demam, normalnya detak jantung akan meningkat, yaitu sekitar 10 kali per menit untuk setiap peningkatan suhu badan 1 ‘C diatas 38 ‘ C. Hal itu dikarenakan saat demam aktivitas sel-sel tubuh kita meningkat sehingga jantung perlu bekerja ektra untuk memenuhinya.
  10. Orang tua yang sering sempoyongan, gelap, pusing saat posisi berdiri, lemas, salah satunya bisa dikarenakan detak jantung yang terlampau lambat, selain gangguan tekanan darahnya. Umumnya memang ada beberapa proses degeneratif di bagian Sino Atrial Node pada lansia, terkait dengan usianya.
  11. Pada remaja terutama kaum wanita seringkali mengeluhkan jantung berdebar-debar terutama dalam situasi-situasi tertentu, kadangkala disertai juga dengan telapak tangan gampang keringatan. Keadaan seperti ini seringkali yang dijumpai adalah manifestasi dari gangguan kecemasan (psikis). Namun perlu pula disingkirkan kemungkinan adanya kelebihan hormone tiroid (kelenjar gondok)
  12. Walaupun jantung kita adalah mesin pompa darah yang berarti selalu kontak dengan darah, namun hanya darah yang dibawa melalui pembuluh kecil yang bernama arteri koroner semata lah yang berdapat dipakai sebagai penyedia oksigen dan nutrisi bagi kerja otot-otot jantung. Jadi apabila ada cabang koroner yang menyempit, maka sebagaian lokasi otot jantung potensial cedera atau malah mati, serangan jantung pun terjadi.
  13. Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) saat ini merupakan momok pembunuh umat manusia nomor satu di dunia. Di USA, tak kurang 400ribu pasien baru dijumpai setiap tahunnya yang mengalami serangan jantung.
  14. Pada dewasa muda terkadang mengalami nyeri di dada bagian kiri yang tiba-tiba dan sakit sekali seperti ditusuk belati walaupun hanya sekejap (dalam hitungan detik) dan umumnya sering bangkit saat menarik napas panjang. Hal tersebut seringkali tidaklah terlalu berarti , bukan disebabkan oleh penyakit jantung spesifik. Umumnya dijumpai pada individu yang memang tergolong mudah cemas. Karenanya disejuluki sebagai cardiac neurosis. Keadaan ini tak berbahaya dan jika diperiksa macam-macam umumnya tak dijumpai kelainan jantung yang berarti.
  15. Nyeri dada yang khas untuk suatu penyempitan koroner (angina) umumnya berupa rasa seperti ditimpa beban berat tepat di belakang tulang dada (di tengah dada) yang dapat menjalar hingga kerongkongan, bahu, lengan dan punggung kiri. Nyeri demikian bangkit terutama saat aktivitas fisik dan segera mereda setelah beristirahat atau minum obat nitrat. Jika tak kunjung mereda dalam lebih dari 20 menit, mungkin suatu serangan jantung telah terjadi, bukan sekedar penyempitan.
  16. Untuk ras Asia, ada banyak kasus serangan jantung ditemukan pada pasien usia lanjut yang dating dengan keluhan nyeri ulu hati , tanpa disertai nyeri dada.
  17. Pada pasien lanjut usia dan penderita diabetes, serangan jantung dapat tampil diam-diam atau tanpa gejala sama sekali (silent infarct), walaupun demikian resiko komplikasinya serupa dengan yang bergejala. Jadi hal ini sungguh berbahaya. Cek rutin diperlukan pada mereka yang tergolong resiko tinggi.
  18. Merokok meningkatkan hampir 4 kali lipat resiko serangan jantung. Faktor resiko lainnya untuk terkena penyakit jantung koroner antara lain adalah diabetes mellitus tak terkontrol, kegemukan, hipertensi tak terkontrol, kolesterol darah (terutama LDL) yang tinggi, obstructive sleep apnea (periode henti napas sesaat saat tidur), faktor turunan keluarga, usia lanjut, post menopause pada wanita dan kebiasaan hidup serba stress serta penuh amarah.
  19. Pada individu yang relatif muda dan tanpa memiliki berbagai resiko diatas, seringkali nyeri dada yang tak khas di bagian kiri umumnya berasal dari organ lain selain jantung, terutama otot. Selain itu mungkin juga dari lambung dan paru.
  20. Perokok, mereka yang gemuk dan mereka yang memiliki pola makan yang tak baik serta maag kadangkala dapat mengalami suatu nyeri dada yang cukup mengerikan yaitu seperti terbakar dari atas ulu hati hingga ke kerongkongan. Hal demikian sejauh terjadi pada mereka yang berusia relative muda dan tak memiliki resiko penyakit jantung seringkali disebabkan oleh karena refluks atau tumpahan asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan, atau dikenal sebagai refluks esofagitis. Karena sensasinya seperti jantung yang terbakar maka dijuluki sebagai heart burn. Namun sesungguhnya hal ini sama sekalai tak berkaitan dengan penyakit jantung.
  21. Ada satu jenis penyakit jantung yang memiliki prognosis (harapan hidup) yang sangat buruk yaitu payah jantung (heart failure). Payah jantung secara perlahan namun pasti akan menggerogoti penderita hingga kematian adalah akhirnya. Prognosis ini bahkan lebih buruk ketimbang beberapa jenis kanker!

Pada payah jantung, kemampuan pompa jantung terus menurun akibatnya suatu saat jantung sudah tak mampu lagi secara optimal memompa darah sehingga berbagai organ vital di tubuh menjadi terganggu fungsinya. Penyebab tersering dari payah jantung terutama adalah hipertensi lama yang tak terkontrol dan pasca serangan jantung yang tak optimal dikelola. Kelainan katup jantung adalah penyebab payah jantung yang relative paling sering pada mereka yang usianya lebih muda.

  1. Oleh karena itu ada istilah ‘time is muscle' bagi mereka yang mengalami serangan jantung, artinya semakin cepat pasien dikenali dan diatasi serangan jantungnya, maka kerusakan otot jantungnya tidak meluas dan fungsi pompanya dapat dipertahankan seoptimal mungkin sehingga resiko payah jantung dapat dihindari.
  2. Pemeriksaan penunjang penting untuk mendeteksi penyempitan koroner maupun serangan jantung antara lain adalah rekam jantung statis (ekg), rekam jantung dengan uji beban (treadmill), CT angiografi koroner (calcium score) dan kateterisasi jantung dan cek laboratium darah (cardiac marker).
  3. Pemeriksaan penunjang penting untuk mendeteksi payah jantung antara lain USG jantung (ekokardiografi), foto roentgen dada dan cek laboratorium darah (NT-Pro BNP).
  4. Yang paling penting dalam manajemen kesehatan jantung adalah mencegah serangan jantung yang pertama, artinya upaya pencegahan sudah diupayakan saat individu yang beresiko tinggi belum mengalami gejala apa-apa. Caranya dengan terus mengupayakan kebiasaan hidup sehat serta kelola faktor resiko yang ada secara rutin dan tanpa mengenal bosan (misalnya minum obat darah tinggi, obat gula dan kolesterol setiap hari).
  5. Upaya pencegahan yang paling mudah, murah namun sangat efektif adalah rajin jalan kaki setiap hari. Caranya sederhana saja, walaupun agak konyol, selalu pilih naik tangga ketimbang lift, tetaplah berjalan walaupun sedang di escalator, parker mobil sedikit jauh dari pintu masuk kantor Anda, dll. Jalan kaki adalah sahabat jantung sehat